Pages

Sunday, July 3, 2011

at home

Capek tapi seneng, abis menghadiri PERAYAAN HUT ke-7 VESPA ANTIQUE CLUB SUMEDANG di Kiara Payung. Sebelumnya belum pernah ke Kiara Payung, tempat yang bagus, udara bersih cocok buat santai, setelah melewati kemacetan dari kota Bandung menuju Jatinangor tempat kampusnya STPDN.

Berangkat berduaan aja dari Jakarta sama Awang ( NRA 0024 ) kondisi juga di tempat mas awang sepi, nggk ada satupun tawon yang nongol. Padahal dah dikondisikan yang bisa hadir, tapi tetep semangat khan ada semboyannya " TOURING IS NOT THE DESTINATION, BUT JOURNEY LIVE IN". Nge gas berduaan, lewat jl. raya bogor mau jemput si Erik ( NRA 0001 ) di bengkelnya, jam 10 an ke atas jalanan masih aja rame.



Apalagi pas masuk jalan raya bogor, angkot2 pada berkeliaran di jalanan. Males sebenarnya ngeliat kondisi kaya gini, berhadapan sama angkot2. Tapi daripada kemaleman, gas tetep full. Melewati Cibinong, celingak-celinguk bengkelnya si Erik gelap, orangnya kemana yaa ? Akhirnya diputuskan jalan terus, masuk bogor, mulai arah Puncak ada sedikit masalah.

Mas Awang hampir nyungsep, untung masih bisa kondisiin Vespanya. Akhirnya berhenti dulu, ngopi dulu sambil ngerokok buat tenangin hatinya mas awang dulu. Setelah menghabiskan segelas kopi dan sebatang rokok ( kaya lagunya iwan fals ) akhirnya gas ditarik lagi, Cisarua aaah...macet total...edan, lagi ada perbaikan jalan. Untung Vespa bisa dikendalikan sambil ngegoyang sana-sini. Akhirnya kemacetan bisa dilewati, melewati Puncak Pas udara dingin menyambut....tetep semangat...mas awang di depan, aku di belakang, santai SAFETY RIDING lah...inget istri sama anak dirumah.

15 menit melewati puncak, terasa Vespa geal-geol, ahhh...kayanya ban belakang kempes neeeh....gawat aku tahan terus, malam-malam gini, tukang tambal ban juga mendingan tidur, pelan-pelan aku kendarain Vespa ini, melewati turunan, Vespa sudah susah dikendalikan, setelah hampir 30 menit bersusah payah mengendalikan Vespa kulihat ada tukang tambal ban...amin.

"Bang, tolong gantiin ban dalam dong," kata ku kepada tukang tambal ban, untung aku sudah menyiapkan ban dalam dari Jakarta, kalo nggk...males ngebayanginnya. 15 menit, proses penggantian ban dalam sudah selesai, tak lupa kuberikan ongkos yang sepadan sambil mengucapkan terima kasih. Dan, kembali aku gas Vespa ini dalam-dalam, tapi ada kesulitan lagi, malam yang gelap membuat ku tak bisa melihat jalanan, apalagi lampu Vespa ini sudah seperti lampu minyak tak berarti apa-apa digelap gulita ini.

Aku jalan pelan-pelan, tak lama aku lihat sinar terang sekali dari arah belakang, seorang pengendara mio, melaju kencang dibelakang ku, dan aku ambil aba-aba untuk mengikuti mio ini, mio pun melewati ku, aku langsung tancap gas ku ikuti dari belakang, thank God, ada penolong di malam gelap ini. Kuikuti terus mio ini, hingga sampailah aku di Cianjur, akupun langsung menepi membiarkan mio ini melaju sendirian aja. Aku masuk rumah makan dan mengisi perut.

Setelah aku mengisi perut, tak lama kemudian mas awang pun sampai, ternyata dia menunggu di POM BENSIN sebelum rumah makan ini. Kami pun mengisi perut dan ngopi, kabut sangat pekat sekali, tumben-tumben aku melihat kabut sangat pekat ini. Aku pun memutuskan untuk tidur dan istirahat dan besok pagi jam 6 melanjutkan perjalanan lagi...zzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzz..

0 komentar: