
BAGI penggemar kuda besi khususnya Vespa di Jakarta dan sekitarnya, nama Vespa Antique Club Jakarta (VAC Jakarta) dirasa bukan asing ditelinga. Ya, selain prestasi ditorehkan, aturan club pun selama ini diterapkan secara tegas.
VAC Jakarta adalah cabang dari Vespa Antique Club Indonesia (VAC Indonesia). Cikal bakal berdirinya VAC Indonesia di kota Bandung, Jawa Barat, pada 28 Oktober 1993. Perkumpulan penggemar scooter ini terdaftar resmi di Ikatan Motor Indonesia (IMI) Bandung, Jawa Barat dengan nomor registrasi 053.
Club ini merupakan perkumpulan vespa tertua yang menjadi cikal bakal berdirinya club atau perkumpulan sejenis di Indonesia, kata Ery Scarface (36), Ketua VAC Jakarta kepada Warta Kota, Rabu (14/4).
VAC Jakarta dibentuk pada 28 Oktober 2003. Saat itu dimotori oleh anggota VAC dari Bandung yang kebetulan bekerja di Jakarta. Dari sekedar ikut nongkrong di club scooter independen dan ikutan forum komunikasi scooter independen sambil mengenalkan VAC sebagai club vespa independent yang lumayan lama di Bandung.
Waktu itu di VAC sendiri sudah terbentuk beberapa cabang yang meliputi daerah Jawa Barat, Lampung dan Padang. Sedangkan di Jakarta sendiri VAC belum berdiri, dari saat itu beberapa anggota scooteris independent mengusulkan ide pembentukan cabang VAC di Jakarta, jelas Ery.
Berangkat dari ketertarikan dan kesamaan pandangan dalam hobby ber vespa yang ada di club VAC, beberapa scooterist independen mencoba melakukan pendekatan kepada anggota VAC sesepuh dan ke pengurus VAC untuk memperoleh izin untuk mempelopori pembentukan VAC cabang Jakarta, dan ternyata mendapat respon positif dari pengurus dan sesepuh VAC.
Saat itu itu terkumpul sekitar 10 motor yang akan bergabung dengan VAC Jakarta, dengan base camp tongkrongan di Jalan. Cut Meutia, Menteng Jakarta Pusat.
Setelah mendapat restu, touring perdana VAC Jakarta (25 November - 1 Desember 2003) menggelar touring tiga pulau yaitu Jawa, Bali dan Lombok. Tujuannya untuk silahturahmi dan mengenalkan diri kepada club-club Vespa yang ada di daerah.
Saat akan berangkat touring rencananya akan diikuti oleh 5 motor, namun karena sesuatu hal hanya 2 motor yang jalan, kata Ery dan mereka adalah Erik Mulyana (0001/VACJAK) dan Irawan (0002/VACJAK).
Menyinggung kegiatan yang dilakukan VAC Jakarta, akhir Desember tahun lalu, menggelar pemecahan rekor Muri untuk parkir vespa terpanjang. 10.100 buah vespa di Museum Purna Bhakti Pertiwi, Taman Mini Indonesia Indah (TMII).
Waktu itu kata Ery untuk mengumpulkan 10.100 vespa meminta bantuan 17 cabang VAC yang ada. yang tersebar di berbagai kota, seperti Bandung. Banten, Lampung, Padang, dan lain- lain. Kita juga mendapat dukungan dari club vespa independen lainnya.
Citra VAC cukup mendapatkan tempat di hati masyarakat dan pemilik atau penggemar vespa. Hal ini mengakibatkan terus meningkatnya minat untuk menjadi anggota VAC dari tahun ke tahun.
Kalau VAC Jakarta anggotanya ada 50 lebih tapi untuk keseluruhan VAC mencapai 7000 -an anggota, katanya.
Selektif anggota
Bagi skotteris yang mau bergabung, VAC menerapkan aturan yang wajib dipatuhi. Misalnya, berusia 17 tahun dan wajib memiliki SIM C. Mengisi formulir dan bagi pelajar harus mendapat persetujuan dari orangtua. Anggota VAC Jakarta dibebankan Iuran anggota Rp 10.000/bulan. Uang tersebut digunakan untuk biaya operasional klub.
Selain itu, anggota VAC dilarang keras mengkonsumsi narkoba. Dalam mengendarai kendaraan wajib memakai helm, spion, dan jaket, sepatu, dan celana panjang. Serta kelengkapan surat kendaraan bermotor.
Soal vespa, terserah deh mau pake vespa Jenis apa aja. bebas.Yang penting Judulnya vespa dan harus sesuai standarnya, ujar Ery yang mengaku punya dua vespa, PX tahun 1985 dan Vespa Super tahun 1964.
Dalam menegakan aturan kata Eri dalam struktur kepengurusan ditunjuk semacam ketua bidang disiplin anggota. Tugasnya membina dan menertibkan anggota yang nakal . Bidang itu saat ini diketuai oleh Ato (0008/VACJAK).
Dalam percakapan terpisah dengan Warta Kota, Ato mengatakan selama ini VAC menerapkan secara tegas aturan. Apalagi itu menyangkut seputar narkoba.
Pernah ada anggota yang memakai narkoba? Pernah. Tapi baru mau kita ambil tindakan sudah lebih dulu mengundurkan dari keanggotaan, kata Ato (38) dan saat ini VAC Jakarta didapuk menjadi mitra Badan Narkota Nasional (BNN) dalam mengkampanyekan anti narkoba.
Kopi darat
Dalam pelaksanaan kegiataannya VAC Jakarta tidak mengurusi seputar vespa saja. Mereka juga menggelar aksi sosial. Misalnya menyantuni anak yatim dan anak Jalanan. Dan untuk menjalin silahturahmi anggota setiap setiap Sabtu jam 21.00 - 24.00 menggelar kopdar alias kopi darat. Lokasinya di samping kampus YAI Kramat Raya, Senen, Jakarta Pusat.
Kita kalau lagi ngumpul nggak cuma sekadar nongkrong tapi ada hal-hal bermanfaat juga buat kita bersama. Termasuk bila ada rencana kegiataan, kopdar inilah dijadikan moment untuk pembahasan, kata Ery dan rencananya 17 April 2010 ini touring untuk bersilahturahmi dengan VAC cabang Indramayu, Jawa Barat.
Diketahui VAC Jakarta merupakan satu dari sekian club vespa yang ada di Jakarta dan kota lainnya. Lalu apa yang membuat mereka jatuh cinta dengan vespa?
Vespa punya bodi yang menarik. Ibaratnya cewek bohai dah.Nggak akan bosen deh punya vespa. Kebanggaan banget bisa merawat sesuatu yang antik kayak vespa, tandas Ery. (Agung Nugroho).
Kopdar VAC Jakarta setiap Sabtu jam 21.00 - 24.00 di samping kampus YAI Kkramat Raya, Senen, Jakarta Pusat
CP : Ery : 081280950010
Ato : 081930264364
Thank's to Mas Agung Nugroho dalam tulisannya di Wartakotalive.com

0 komentar:
Post a Comment